Tampilkan postingan dengan label Eco Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eco Article. Tampilkan semua postingan

Fakta yang Membuat Kayu Mengangis Karena Kertas

Senin, 14 Mei 2012 0 komentar

Tulisan ini saya ambil dari sebuah thread di kaskus
melanjutkan dari tulisan sebelumnya : "Save Paper Save Tree"
Sumber asli bisa dilihat disini

Pernahkah anda menghitung berapa banyak kertas yang anda gunakan dalam sehari. Jika dalam sehari anda menggunakan 20 lembar kertas, maka dalam sebulan anda menghabiskan 600 lembar kertas. Dalam setahun, anda menghabiskan 7200 lembar kertas. Kertas biasa kita pakai dalam aktivitas sehari-hari, dari untuk menulis, membungkus kado, pembungkus makanan, dan lain-lain.

Dapatkah anda membayangkan bagaimana jadinya bila tidak ada kertas. Kertas biasa kita jumpai dan karena relatif mudah untuk mendapatkannya maka tidak heran jika pemakaian kertas cenderung sesuka hati penggunanya. Tingkat kebutuhan kertas pun kemudian makin meningkat dari hari ke hari. Jika dahulu adanya komputer dan e-mail diyakini dapat mengurangi pemakaian kertas. Namun nyatanya tidak demikian, kebutuhan akan kertas tetaplah tinggi.

Tingginya kebutuhan akan kertas berimbas pada ketersediaan kayu, dimana kayu diolah menjadi bubur kertas (pulp) dan kemudian diolah lagi menjadi kertas. Menurut Prof. Dr. Sudjarwadi (UGM), 1 rim kertas setara dengan 1 pohon berumur 5 tahun. Untuk setiap ton, pulp membutuhkan 4,6 meter kubik kayu, dan 1 ton pulp menghasilkan 1,2 ton kertas. 1 hektar hutan tanamanan industri (acacia) dapat menghasilkan kurang lebih 160 meter kubik kayu. Jika pertahun diproduksi 3 juta ton pulp, maka membutuhkan 86.250 hektar hutan.


Bagaimana hutan kita tidak menangis kalau puluhan ribu hektar hutan harus menjadi kertas. Apa ketas akan bisa membuat oksigen, menahan banjir, memberi keindahan alam?
Dan pada akhirnya yang menangis tidak hanya hutan, tetapi kita dan anak cucu kita juga.

Lets save earth, save forest,

Save Paper Save Tree

0 komentar

Tulisan ini saya kutip dari sebuah thread di kaskus
lihat versi lengkap thread disini

Setiap proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu. Ternyata untuk memproduksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun .Setelah selesai proses produksi, maka akan di hasilkan limbah yang juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas dan padat, maupun secara kualitatif. Aagar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi untuk memprosesnya. Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebeutuhan tulis/cetak maupun kebutuhan kertas untuk sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya. Peningkatan kebutuhan kertas tentunya diiringi dengan peningkatan kebutuhanakan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekuensinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas.

Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasonal yang sekitar 5,6 juta ton/tahun diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia. Ironisnya kita lihat disekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dokumen, Koran, majalah, brosur/leaflet/catalog produk, surat-surat bank, kertas ulangan, produk-produk sekali pakai (tissue) dan lain-lain. Padahal menggunakan kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru dapat menghemat jumlah pohon yang di tebang, bahan kimia dan air.

Jika kita tidak mulai meperbaiki pola konsumsi kertas kita sejak saat ini, maka akan terjadi kebiasaan dan ketergantungan untuk selalu menggunkan kertas dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan memberikan tekanan secara terus menerus kepada bumi kita dan memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan.

Lets Reduce, Reuse, and Recycle paper guys.
salam #EcoStye

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Go GREEN